Apakah Uang Dapat Membeli Kebahagiaan?

Apakah Uang Dapat Membeli Kebahagiaan?

Sebuah studi pada Journal of Consumer Psychology, Canada membuka kembali pertanyaan lama, “Apakah uang dapat membeli kebahagiaan ?”. Dan jawabannya adalah Ya. Bahkan disimpulkan bahwa apabila uang tidak membuat kita bahagia, maka kita mungkin tidak menggunakannya dengan benar.

Pernyataan mereka adalah bahwa sebagian besar dari kita membuat prediksi yang salah bagaimana uang akan membuat kita bahagia, jadi kita menggunakan uang untuk hal-hal yang kita pikir akan membuat kita bahagia, namun ternyata tidak. Namun, jika kita mengikuti prinsip-prinsip tertentu dalam penggunaan uang, maka uang benar-benar akan membuat kita bahagia.

Berikut ini adalah 6 aturan penggunaan uang yang akan membuat kita bahagia:

1. Belilah pengalaman, bukan barang.

Peneliti menemukan bahwa seseorang menjadi lebih bahagia ketika dia menceritakan pengalaman nya dibandingkan dengan materi yang dibeli. Alasannya adalah karena manusia beradaptasi sangat cepat terhadap sesuatu barang yang baru. Membeli gadget terbaru akan memberikan kebahagiaan sesaat, namun setelah 1-2 hari, gadget tsb akan menjadi barang yang biasa dipakai setiap hari.

Di sisi lain, pengalaman membawa kita keluar dari kehidupan sehari-hari dan meninggalkan kesan yang mendalam. Bayangkan kita membeli sebuah tour safari di Afrika atau surfing di Hawaii untuk pertama kali. Anda akan terus mengingatnya dengan perasaan senang daripada membeli sebuah barang.

2. Pergunakan uang untuk memberi/membantu orang lain.

Manusia adalah mahluk sosial, dan kualitas hubungan sosial kita adalah indikator dari kebahagiaan kita. Seseorang yang menggunakan uangnya lebih banyak untuk memberi hadiah atau memberikan sumbangan, umumnya akan lebih bahagia, bahkan meskipun dalam kondisi keuangan yang pas-pas saja.

Penelitian menunjukkan seseorang merasa lebih bahagia jika mengingat dia telah membantu orang lain dibandingkan mengeluarkan uang untuk keperluannya sendiri. Menggunakan alat MRI, peneliti menunjukkan bahwa memberikan uang kepada orang lain (bahkan secara terpaksa) mengakibatkan aktivasi bagian otak yang sama dengan pada saat menerima hadiah.

3. Beli beberapa barang kecil dibandingkan satu barang yg besar/mahal.

Kita beradaptasi sangat cepat terhadap barang yang kita beli bahkan membeli sebuah barang yang besar/ lebih mahal tidak mempunyai efek yang lama. Juga perbedaan kebahagiaan yang diperoleh dari membeli barang yg besar dan barang yg kecil adalah minim, sehingga kita bisa mendapatkan beberapa kesenangan / kebahagiaan dengan pengeluaran uang yang sama. Jumlah uang yang dikeluarkan dalam satu pembelian barang memberikan efek yang kecil dibandingkan kesenangan memperoleh barang baru.

4. Jangan membeli garansi untuk perlindungan emosional.

Peneliti memandang bahwa sebagian besar pembeli barang membeli garansi untuk perlindungan terhadap emosional saja. Sebagian besar orang memprediksi bahwa mereka tidak bisa bertahan jika kehilangan barang yang baru dibeli tsb. Mereka berpikir garansi akan membuat mereka lebih bahagia jika terjadi sesuatu atas barang tsb, dimana mereka bisa menghindari kehilangan. Namun pada kenyataannya, jika sesuatu benar terjadi terhadap barang tsb, garansi tidak membuat mereka lebih bahagia dibandingkan tidak mempunyai garansi.

5. Tundalah konsumsi.

Orang umumnya merasa senang ketika mereka merencanakan suatu hal. Sepertinya misalnya seseorang membeli sebuah cheesecake dan memakannya langsung akan mendapatkan kesenangan yang kurang dibandingkan dia membawanya pulang dengan rencana akan memakannya nanti. Perbedaannya ada pada kebahagiaan yang didapatkan ketika dalam perjalanan pulang.

Walaupun kita sudah terbiasa dengan kepuasan instan, kita masih sangat senang untuk merencanakan sesuatu di masa mendatang. Kita berpikir akan lebih bahagia dengan mendapatkan kepuasan itu sekarang, tapi dalam kenyataannya kita sudah bahagia dengan menunggu sesuatu yang akan terjadi.

6. Fokuslah pada kejadian sehari-hari

Banyak orang yg mempunyai mimpi yang besar, seperti membeli rumah besar atau kapal pesiar untuk bisa berlayar berbulan-bulan dalam satu waktu. Kita berangan untuk memiliki rumah yang besar di gunung atau pantai dimana kita bisa beristirahat setiap akhir minggu atau pensiun di umur 35 th. Ketika kita bermimpi untuk mencapai tujuan itu, kita melihat gambar yang besar, namun buram.

Kita lupa bahwa rumah yang sangat besar memerlukan waktu dan tenaga lebih untuk merawatnya, atau naik kapal pesiar bisa membuat kita mabuk laut. Kita tidak pernah berpikir rumah di gunung mempunyai masalah dengan hewan atau serangga. Atau pensiun di umur 35 itu sejujurnya akan membosankan.

Jadi berpikirlah akan kejadian sehari-hari yang akan terjadi sebelum anda memutuskan untuk membeli sesuatu. Dalam hal ini, detail adalah penting, bukan gambar yg besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *